Ia berharap pemerintah tidak melihat persoalan rokok ilegal semata sebagai pertentangan antara negara dan pengusaha.

 

“Negara jangan hanya bertanya, ‘Mengapa mereka tidak patuh?’ Negara juga harus bertanya, ‘Apa yang membuat mereka sulit patuh?’ Dari pertanyaan kedua itulah kebijakan yang lebih adil bisa lahir,” pungkas Fahril Anwar.