Oleh: Bahren Nurdin (Penagamat Sosial)
Kita boleh tidak suka dengan artificial intelligence (AI). Kita boleh khawatir, curiga, bahkan takut pekerjaan kita akan diambil alih. Tetapi ada satu hal yang rasanya sulit kita lakukan: menghindarinya.
AI hari ini sudah seperti telepon genggam. Dulu orang mungkin bertanya, “Untuk apa punya handphone?” Sekarang pertanyaannya justru berubah menjadi, “Bagaimana hidup tanpa handphone?” Begitu pula AI.
Kedatangannya bukan sesuatu yang bisa kita tolak. Ia akan terus berkembang dan masuk ke hampir semua ruang kehidupan.
Karena itu, yang paling penting bukan menolak AI, tetapi menerimanya dengan pikiran terbuka dan literasi yang baik.