Dengan cara inilah kita akan menguasainya bukan dikuasai. AI harus kita tempatkan sebagai tools, sebagai alat bantu. Bukan sebagai pengganti manusia. 

 

Seorang mahasiswa boleh menggunakan ChatGPT untuk membantu merapikan tulisan.

 

Seorang dosen boleh menggunakannya untuk mengembangkan bahan ajar.

 

Seorang ibu rumah tangga dapat memanfaatkannya untuk mencari ide usaha. Seorang pejabat dapat menggunakannya untuk mengolah data dan menyusun berbagai alternatif kebijakan. 

 

Tetapi satu hal tidak boleh diserahkan kepada mesin: menjadi manusia itu sendiri.