TRANSATU.ID, PAMEKASAN Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

 

Hasil pemantauan selama tiga hari terakhir justru menemukan persoalan lain di lapangan. Pemkab Pamekasan mendapati adanya praktik pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jeriken yang tidak sesuai dengan ketentuan.

 

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan, Sri Puji Harijani, mengatakan pemantauan dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan.

 

“Temuan ini setelah kami melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Pamekasan dalam tiga hari terakhir,” kata Sri di Pamekasan, Minggu.

 

Dalam pemantauan tersebut, petugas menemukan sejumlah pembeli BBM bersubsidi yang membawa jeriken. Padahal, pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken hanya diperbolehkan bagi pihak yang telah mengantongi rekomendasi sesuai ketentuan.