KERINCI – Penyelenggaraan Kerinci Journalism Award 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kabupaten Kerinci mulai menjadi perhatian kalangan insan pers. Selain menawarkan total hadiah sebesar Rp18 juta, ajang yang digagas Pemerintah Kabupaten Kerinci tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai kompetensi, kredibilitas, dan independensi dewan juri.
Kerinci Journalism Award 2026 mengusung tema "Satu Karya, Sejuta Cerita untuk Kerinci". Kegiatan ini ditujukan bagi wartawan, jurnalis, fotografer, videografer, serta kontributor media yang bertugas di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Panitia menyediakan dua kategori perlombaan, yakni berita online dan video pendek. Sementara itu, peserta dapat memilih empat subtema, meliputi infrastruktur jalan, pertanian dan kesejahteraan petani, pelayanan kesehatan, serta pariwisata dan budaya.
Pendaftaran sekaligus pengiriman karya dijadwalkan berlangsung pada 5–13 November 2026 melalui laman resmi Simpers Kabupaten Kerinci.
Namun, di tengah semangat memberikan apresiasi kepada insan pers, muncul sejumlah pertanyaan mendasar yang perlu dijawab penyelenggara, terutama terkait siapa yang akan menilai karya-karya jurnalistik tersebut.
Kompetensi dewan juri menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.