TRANSATU.ID – Bangkalan, Kabar yang menyebutkan adanya pungutan uang sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu kepada para tukang becak penerima bantuan becak listrik di Bangkalan, dipastikan tidak benar dan tidak berdasar. Ketua Paguyuban Becak Listrik Bangkalan, Abdul Muchid, bersama Koordinator Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Bangkalan, Muhari, menegaskan bahwa program bantuan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut diberikan secara cuma-cuma, tanpa embel-embel pungutan atau biaya tambahan. “Kalau ada yang bilang dimintai uang, itu fitnah. Semua tukang becak menerima bantuan ini tanpa dipungut sepeser pun,” tegas Abdul Muchid dalam konferensi pers, Selasa, (15/7/2025). Penyaluran bantuan ini, menurutnya, merupakan bentuk nyata perhatian Presiden terhadap kalangan bawah, terutama para tukang becak yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah. Muchid menyebutkan bahwa distribusi becak listrik dilakukan secara adil dan transparan, melibatkan banyak pihak mulai dari relawan, pengurus paguyuban, hingga GSN dan Partai Gerindra. Sementara itu, Muhari membantah tegas tuduhan adanya praktik pungutan. Ia menilai informasi tersebut kemungkinan besar muncul karena kesalahpahaman atas wacana tasyakuran yang sempat mengemuka usai acara pembagian becak listrik. “Benar, sempat ada obrolan soal selamatan kecil-kecilan. Tapi itu spontan, datang dari para tukang becak sendiri, bukan permintaan kami atau pihak mana pun. Dan itu pun sifatnya sukarela, tidak ada patokan jumlah uang,” jelas Muhari. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian dari mekanisme penyaluran bantuan, melainkan murni sebagai bentuk rasa syukur para penerima. Menurutnya, penting untuk meluruskan informasi agar masyarakat tidak tersesat oleh narasi yang menyesatkan. “Kami tidak pernah mengarahkan atau memungut apa pun. Semua bantuan diserahkan secara langsung dan gratis. Jangan sampai bantuan yang mulia ini justru dicemari oleh isu yang tidak berdasar,” tegasnya. Pihak Paguyuban dan GSN berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi liar yang belum jelas sumbernya. Mereka memastikan, hingga saat ini tidak ada satu pun laporan resmi dari penerima bantuan terkait adanya pungutan biaya. “Bantuan becak listrik ini murni amanah dari Presiden. Harus kita jaga dan syukuri, bukan diputarbalikkan dengan isu yang tak benar,” pungkas Muchid.