Sebab, penilaian karya jurnalistik membutuhkan pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, kaidah pemberitaan, akurasi informasi, independensi, kedalaman investigasi, hingga kemampuan menyampaikan pesan kepada publik.

 

Untuk kategori video pendek, penilaian juga semestinya mempertimbangkan aspek visual, kekuatan narasi, teknik pengambilan gambar, penyuntingan, serta ketepatan informasi.

 

Karena itu, publik dan peserta berhak mengetahui siapa saja anggota dewan juri, bagaimana rekam jejak profesional mereka, serta apa indikator yang digunakan dalam menentukan karya terbaik.

 

Transparansi tersebut penting untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan maupun penilaian subjektif yang dapat mencederai kepercayaan peserta terhadap hasil perlombaan.

 

Penghargaan jurnalistik semestinya menjadi ruang apresiasi terhadap profesionalisme pers, bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan hadiah.