TRANSATU. ID, PAMEKASAN – Kawasan Monumen Arek Lancor menjadi pusat perhatian masyarakat dalam gelaran Semalam di Madura atau Kemilau Madura. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-496 Kabupaten Pamekasan tahun 2026 tersebut menghadirkan nuansa budaya lokal sebagai ruang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Madura.

 

Ketua DPRD Pamekasan menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan daerah. Menurutnya, tradisi dan kesenian lokal merupakan identitas masyarakat Madura yang perlu terus dirawat, bukan hanya ditampilkan dalam momentum perayaan tertentu.

 

Ia menilai, perkembangan zaman seharusnya tidak membuat generasi muda semakin jauh dari akar budayanya. Sebaliknya, kegiatan budaya dapat menjadi sarana memperkenalkan warisan leluhur melalui pendekatan yang lebih menarik dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

 

"Budaya merupakan bagian dari jati diri masyarakat Madura. Karena itu, kegiatan seperti Kemilau Madura perlu terus mendapatkan perhatian agar kesenian dan tradisi lokal tetap dikenal, khususnya oleh generasi muda," ungkapnya.

 

Ketua DPRD juga menilai pemanfaatan kawasan Arek Lancor sebagai lokasi kegiatan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal kekayaan budaya daerah. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut dapat mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana kebersamaan.