Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur, S.H., mengingatkan mahasiswa agar kembali memahami khitahnya sebagai agen perubahan (agent of change) dan kontrol sosial (agent of social control).
Ia menyebut mahasiswa UIN Madura sebagai komunitas yang memiliki karakter agamis sekaligus intelektual. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikembangkan agar mahasiswa mampu berkontribusi di berbagai sektor, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ali Masykur juga menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh sembarangan dalam menyampaikan kritik. Kritik yang disampaikan harus didasarkan pada data dan fakta, bukan sekadar asumsi atau informasi yang belum terverifikasi.
“Mahasiswa tidak boleh asal bunyi (asbun). Kalau ingin menyampaikan kritik, harus berbasis data,” tegasnya.
Ia juga berharap mahasiswa mampu menyampaikan aspirasi dan informasi secara baik melalui pendekatan dialogis. Jika terdapat persoalan yang perlu diperjuangkan, mahasiswa dapat menyampaikannya melalui penekanan argumentasi yang kuat maupun aksi damai dengan tetap mengedepankan etika dan substansi persoalan.