Selebihnya tersebar di Kabupaten Bungo (11.119 hektare), Tebo (7.536 hektare), Batanghari (263 hektare), serta Kerinci (228 hektare).
Dampak dari masifnya pengerukan lahan langsung menghantam sendi kehidupan masyarakat lokal. Di kawasan Sungai Manau hingga Perentak, lanskap hamparan sawah hijau yang pada akhir 2025 masih menjadi tumpuan pangan warga, berubah drastis pada pertengahan 2026.
Lahan-lahan pertanian produktif itu beralih rupa menjadi hamparan tanah terbuka berdinding gundukan batu, pasir, dan lubang-lubang galian menganga.
Alih fungsi lahan pertanian yang dilakukan secara masif juga mengganggu kedaulatan pangan lokal. Masyarakat yang sebelumnya mandiri secara beras, sekarang terpaksa membeli beras dari kabupaten tetangga dengan harga yang jauh lebih mahal.
Kerusakan ekologis juga merambah wilayah perairan. Aliran sungai di sekitarnya yang dulu jernih berganti warna menjadi putih kecokelatan akibat sedimentasi lumpur pertambangan.