Pemandangan ini terlihat gamblang di sepanjang jalan lintas utama yang menghubungkan Kota Jambi dengan Kabupaten Kerinci, khususnya di koridor wilayah Perentak hingga Sungai Manau, Baang Masumai, Tabir Barat, Tabir Ulu dan Tabir Kabupaten Merangin.
Alat berat jenis ekskavator dan mesin dompeng meraung-raung menyemburkan lumpur persis di tepi jalan utama dan berhimpitan langsung dengan pemukiman warga.
Para penambang hanya memasang lembaran plastik dan terpal hitam tipis untuk menutupi pandangan dari badan jalan, sementara debu, suara mesin, dan pergerakan alat berat tetap terlihat dan terdengar jelas oleh pengendara yang melintas.
Dikutip dari Ekuatorial Sawah pun Menjadi Lubang Tambang, setelah dibiarkan Laju perluasan PETI di Jambi bergerak sangat cepat. Pada 2016, luas lahan yang terdegradasi akibat aktivitas ini tercatat sebesar 10.926 hektare. Dalam kurun sembilan tahun, angkanya melonjak hampir enam kali lipat.
Pemetaan KKI Warsi menunjukkan, krisis ini berpusat di dua wilayah utama, yakni Kabupaten Sarolangun dengan luas kawasan PETI mencapai 20.938 hektare dan Kabupaten Merangin seluas 20.239 hektare.