Pamekasan, Transatu – Upaya mengungkap kasus pembobolan SD Negeri (SDN) Banyubulu 3, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, terus dilakukan jajaran Polres Pamekasan. Penyidik kini mengedepankan pembuktian ilmiah dengan mencocokkan sidik jari yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan setiap alat bukti yang diperoleh memiliki keterkaitan dengan pihak yang diduga terlibat. Hingga awal Agustus 2026, polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Evan Yoni Pratama, mengatakan tim penyidik bersama petugas identifikasi masih bekerja mencocokkan sidik jari yang berhasil diamankan saat olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah penyidikan.
"Masih dilakukan pencocokan sidik jari yang ditemukan di TKP," ujar IPDA Evan Yoni Pratama saat dikonfirmasi wartawan.
Ia menegaskan, penyidik tidak menghentikan proses penanganan perkara. Menurutnya, saat ini terdapat dua orang yang masih berstatus terduga dan keterlibatannya masih terus didalami melalui serangkaian pemeriksaan serta pencocokan barang bukti.