Selain mendukung sektor pertanian, pengembangan Trichoderma juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Produk yang sebelumnya dimanfaatkan dalam lingkup terbatas diharapkan dapat berkembang menjadi produk bernilai jual sekaligus membuka peluang usaha masyarakat desa.

 

KKN Posko 21 berharap program tersebut dapat terus berlanjut setelah masa pelaksanaan KKN berakhir. Kelompok tani, masyarakat, dan pemerintah desa diharapkan dapat mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan produksi serta memperluas pemasaran Trichoderma.

 

Dengan keberlanjutan tersebut, pengembangan Trichoderma diharapkan tidak berhenti sebagai program KKN, tetapi dapat menjadi salah satu potensi unggulan Desa Bajang dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan pertanian berkelanjutan.