Menurutnya, pengembangan produk tersebut juga diharapkan dapat membawa nama Desa Bajang melalui produk pertanian yang dihasilkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.

 

Desa Bajang sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian. Sebagian masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut dengan komoditas yang berkembang mengikuti musim, seperti padi pada musim penghujan dan tembakau pada musim kemarau.

 

Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan inovasi pertanian yang dapat mendukung produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor pertanian masyarakat.

 

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah agen hayati Trichoderma. Produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dimanfaatkan dalam mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

 

Namun, keberadaan produk tersebut masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek pemasaran dan pengenalan kepada masyarakat di luar lingkungan Desa Bajang.