TRANSATU. ID, PAMEKASAN - Tembakau dan rokok ilegal: Dinamika Ekonomi serta Tantangan bagi Masyarakat Madura menjadi sorotan utama yang diangkat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura. Gubernur BEM FIA UNIRA, Moh. Rianto, menegaskan persoalan ini bukan sekadar soal hukum, melainkan cermin dari realitas pahit yang selama ini dialami tanah kelahirannya.
"Tanah Madura tidak miskin, namun dimiskinkan." — ucapnya membuka pernyataan dengan tegas, Selasa (28/09/2026).
Moh. Rianto menjelaskan, Madura adalah tanah yang subur, rakyatnya pekerja keras, dan tembakaunya dikenal berkualitas tinggi.
Ia juga menegaskan bahwa tembakau adalah pilar utama perekonomian masyarakat Madura yang telah menggerakkan kehidupan ribuan keluarga turun-temurun. Namun di sisi lain, keberadaan rokok ilegal memunculkan pertanyaan mendasar yang jarang dibahas secara jujur.
“Pertanyaan besarnya adalah: mengapa harus ilegal? Apakah karena mereka memang ingin melanggar hukum, atau karena jalan yang sah ternyata terlalu sulit, terlalu mahal, dan terlalu jauh dijangkau?” — ujar Moh. Rianto, Selasa (28/09/2026).