“Kami tidak membenarkan pelanggaran. Tapi kami menuntut agar jalur yang sah benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja. Jika pintunya sudah terbuka dan masih ada yang memilih melanggar — barulah kita bicara soal penindakan yang tegas dan adil.”

 

Moh. Rianto juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, DPR, dan penegak hukum untuk duduk bersama mencari solusi yang melindungi ekonomi rakyat sekaligus menegakkan hukum. Mahasiswa diharapkan terus berperan sebagai pengawas kebijakan agar kemajuan Madura tidak dibangun di atas ketidakadilan.

 

“Madura harus makmur karena usaha yang sah, bukan kaya karena pelanggaran yang dibiarkan. Itulah keadilan yang kami perjuangkan. ” — tegasnya.