Untuk memastikan keberadaan narkotika, petugas mengerahkan unit anjing pelacak (K-9) Bea Cukai Batam dan sejumlah perangkat pendeteksi serta identifikasi narkotika, di antaranya backscatter X-ray, Rigaku, NIK (Narcotics Identification Kit), dan Defender Omega milik BNN.
Hasil pemeriksaan mengungkap temuan mengejutkan. Petugas menemukan delapan drum dan satu tangki berisi cairan dengan aroma menyengat yang disembunyikan di dalam palka kapal.
Pengujian awal menggunakan Defender Omega, Rigaku, dan NIK menunjukkan cairan tersebut positif mengandung methamphetamine atau sabu.
Total berat bruto narkotika diperkirakan mencapai 2,6 ton. Berdasarkan perhitungan petugas, pengungkapan tersebut diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 14,15 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan salah satu hasil penting dari operasi pengawasan dan penindakan yang dilakukan aparat.

