Jambi - Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Merangkai Jejak Peradaban Klasik: Menghidupkan Situs Candi Pematang Jering sebagai Warisan Budaya" digelar di Gedung SSL Hexagon, Universitas Jambi pada Kamis (20/8/2026) lalu.
FGD yang mempertemukan pejabat publik, komunitas, akademisi hingga jurnalis ini, bertujuan untuk mendorong penelitian berkelanjutan dan pelestarian Situs Candi Pematang Jering yang melibatkan masyarakat.
"Kami memahami bahwa tinggalan arkeologis, termasuk situs candi, bukan hanya untuk kalangan tertentu saja. Masyarakat juga perlu mengetahui hasil penelitian arkeologis, bahkan terlibat dalam pelestarian situs cagar budaya di sekitar mereka," kata M Sobar Alfahri, Ketua Tim Pelaksana FGD tersebut.

Penyelenggaraan FGD pelestarian Situs Pematang Jering, didukung penuh oleh Balai Pelestarian Kebudayaan dalam program Fasilitasi Pemanjuan Kebudayaan.
FGD ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM Yultasmi yang mewakili Bupati Muaro Jambi, Kasubbag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi Agus Sudaryadi, Sekretaris Desa Pematang Jering Usman, Koordinator Prodi Arkeologi Universitas Jambi Irsyad Leihitu, dosen arkeologi, mahasiswa dan sebagainya.
Sementara narasumber dalam kegiatan ini adalah Dosen Arkeologi Universitas Jambi Ari Mukti Wardoyo, Pamong Budaya Ahli Madya Sri Mulyati, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kabupaten Muaro Jambi Isnaini, Kabid Pariwisata Dinas Parpora Muaro Jambi Robi Irwanda. Diskusi ini dipandu oleh Okta Dwi Saputri sebagai moderator.
Garis Besar FGD,

