Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM Yultasmi mengatakan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memberikan apresiasi atas terselenggaranya FGD terkait Pelestarian Situs Candi Pematang Jering. Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi pijakan awal untuk merumuskan peta jalan strategi yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan.

 

“Atas nama pemerintah, mewakili Bapak Bupati, tentunya kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya acara ini.

 

 Harapan kita, seperti yang disampaikan oleh pihak Balai Pelestarian Kebudayaan tadi, langkah-langkah strategi pelestarian, penyelenggaraan, dan pemanfaatan ini dapat dituangkan dalam sebuah roadmap yang disepakati oleh semua pemangku kepentingan,” ujar Yultasmi.

 

Menurut Yultasmi, penyusunan roadmap yang terintegrasi sangat penting agar upaya pelestarian Candi Pematang Jering tidak berhenti sekedar wacana, tetapi memiliki arah kebijakan dan pelaksanaan yang jelas. Ia menekankan bahwa pengelolaan situs bersejarah tersebut harus membawa dampak positif pada tiga pilar utama, yaitu kebudayaan, pariwisata, dan perkeonomian.

 

“Sehingga hasil diskusi ini benar-benar bisa dirasakan dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kebudayaan, kepariwisataan, dan juga perekonomian masyarakat sekitar. Jadi itu harapan dari pemerintah daerah, sehingga dengan semangat ini, masing-masing pihak saling diuntungkan,” katanya.