Selain menjadi ruang syiar Islam, rangkaian MTQ ke-55 juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sekitar 150 tenant UMKM dilibatkan untuk meramaikan kawasan kegiatan sekaligus memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung.
Ramainya peserta dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota diharapkan turut meningkatkan aktivitas perdagangan, kuliner, dan sektor jasa di Kota Jambi. Dengan demikian, manfaat penyelenggaraan MTQ tidak hanya dirasakan oleh peserta dan penyelenggara, tetapi juga masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut memeriahkan pawai. Ia menyebut keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu dampak ekonomi dari penyelenggaraan MTQ ke-55.
“Dalam kesempatan ini ada lebih kurang 150 tenant UMKM dan ratusan UMKM lainnya, sehingga menggeliatkan aktivitas ekonomi di Kota Jambi,” ujar Maulana.
Penyelenggaraan MTQ ke-55 diharapkan tidak hanya mempererat kebersamaan antar daerah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan dan memberikan manfaat sosial serta ekonomi bagi masyarakat. (Dandy Ramadhan Febriwan.