Gerakan ini dinilai sebagai arah baru dalam membumikan literasi, terutama dengan melihat potensi lokal yang ada, di mana kini banyak pondok pesantren dan kampus di Pamekasan yang telah memiliki perpustakaan mandiri.

 

Langkah progresif PWI Pamekasan ini disambut dengan penuh antusias oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan, Munapik. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh organisasi kewartawanan tersebut.

 

Menurut Munapik, MoU ini sejalan dan saling menguatkan dengan program-program kerja yang tengah dijalankan oleh dinas yang dipimpinnya, demi mendongkrak minat baca serta kualitas literasi masyarakat Pamekasan secara menyeluruh.

 

Melalui kerja sama ini, diharapkan terbangun ekosistem literasi yang inklusif—memadukan tradisi kunjung perpustakaan konvensional dengan kemudahan akses literasi digital melalui gawai, demi mewujudkan masyarakat Pamekasan yang cerdas dan berdaya saing. (*)