Inovasi tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Salah satu pelaku usaha yang memproduksi pempek kering bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan kerupuk berbahan ampas tahu sebagai salah satu produk usahanya.
Selain seminar, mahasiswa KKN Posko 12 juga meresmikan Asman Toga yang merupakan program kolaborasi dengan mahasiswa PKN Kelompok 10 IAI Al-Khairat.
Program Asman Toga sebelumnya telah diinisiasi oleh ibu-ibu PKK Desa Klompang Barat. Namun, program tersebut sempat mengalami kevakuman. Kondisi itu kemudian mendorong mahasiswa untuk menghidupkan kembali Asman Toga melalui pembangunan fasilitas yang dilengkapi berbagai jenis tanaman obat herbal.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Madura Posko 12, Fajarusman Maulana, mengatakan seminar kewirausahaan dan Asman Toga merupakan bagian dari upaya mahasiswa mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Melalui seminar ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan, kreativitas, serta keberanian masyarakat untuk menciptakan inovasi yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi,” kata Fajarusman.
