Tidak kalah penting, penyelenggara harus memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam proses penjurian. Transparansi menjadi syarat penting agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan tidak muncul kecurigaan terhadap hasil perlombaan.
Jangan sampai penghargaan yang membawa nama Kabupaten Kerinci justru menyisakan polemik akibat kurangnya keterbukaan penyelenggara.
Kerinci Journalism Award seharusnya menjadi ruang penghormatan terhadap karya, integritas, dan profesionalisme insan pers. Bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memeriahkan hari jadi daerah.
Sebab, kualitas sebuah penghargaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya hadiah, tetapi juga oleh kualitas, integritas, dan kredibilitas orang-orang yang berada di balik meja penilaian.
Kini, Kominfo Kabupaten Kerinci memiliki kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui keterbukaan informasi mengenai susunan juri, standar penilaian, dan mekanisme pelaksanaan kompetisi.