Kritik pedas datang dari kalangan akademisi. Seorang mahasiswa Fakultas Hukum di Merangin menyampaikan ketidaksetujuannya:
"Pemerintah Merangin dinilai terlalu boros mengeluarkan anggaran yang belum sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Kepada Bapak Bupati Merangin, kami ingatkan: kami mahasiswa tidak tidur, Pak. Kami akan terus bersuara terkait masalah yang ada di Merangin ini!"
UANG RAKYAT BUKAN MILIK BIROKRASI SAJA.
Pengadaan ini belum bisa dikatakan pelanggaran, tetapi ketidak jelasan di balik jumlah, harga, dan waktunya sangat patut dipertanyakan. Setiap rupiah yang keluar dari kas daerah harus punya jawaban jelas: untuk apa, siapa yang diuntungkan, dan manfaatnya apa bagi rakyat?
Efisiensi bukan slogan di papan pengumuman. Efisiensi berarti memprioritaskan kebutuhan rakyat di atas kebutuhan birokrasi.
Jangan sampai anggaran lebih sibuk membelikan perangkat mewah untuk kantor daripada memastikan jalan bagus, sekolah layak, dan pelayanan kesehatan terjangkau.