“Harapan kita tentu setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa birokrasi membutuhkan aparatur yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tuntutan masyarakat. 

 

Perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan berkualitas menuntut aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

 

Karena itu, pejabat administrator diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan rutin, tetapi juga memiliki kemampuan melihat berbagai persoalan secara lebih strategis, membangun koordinasi, serta mendorong inovasi di lingkungan organisasi.

“Pemimpin harus mampu membaca keadaan dan mampu mengambil keputusan. Jangan sampai ketika menghadapi persoalan, kita tidak tahu apa yang harus dilakukan,” ungkap Al Haris.