Menurutnya, knowledge menjadi fondasi bagi seorang pemimpin untuk memahami persoalan, menganalisis situasi, serta menentukan langkah yang tepat dalam menjalankan tugas. Seorang pemimpin juga perlu memiliki pengalaman dan wawasan yang luas agar mampu melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.
Sementara itu, attitude berkaitan erat dengan sikap, etika, integritas, serta cara seorang pemimpin berinteraksi dengan orang lain. Sikap yang baik akan membangun kepercayaan, baik dari bawahan, rekan kerja, maupun masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari pemerintah.
Adapun skill merupakan kemampuan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan sikap tersebut dalam pelaksanaan tugas.
Seorang pemimpin harus mampu mengelola organisasi, berkomunikasi, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta menggerakkan jajaran yang dipimpinnya.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga menekankan pentingnya kemampuan seorang pemimpin dalam memimpin dirinya sendiri.
Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus dimulai dari kedisiplinan dan keteladanan pribadi sebelum seseorang diberikan tanggung jawab untuk memimpin orang lain.