“Sebagai Kordes KKN Posko 25, saya berharap inovasi Tape Sembunyi tidak hanya menjadi kegiatan selama KKN, tetapi dapat terus dikembangkan dan dilanjutkan oleh pelaku UMKM di Desa Seddur,” ujarnya.

 

Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dan nilai jual tape, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran sehingga produk tape Seddur semakin dikenal masyarakat luas.

 

Ia juga mendorong masyarakat dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia.

 

“Kami berharap keberadaan Tape Sembunyi dapat memberikan manfaat dan membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat Desa Seddur,” lanjutnya.

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan karena mahasiswa KKN Posko 25 melihat produk tape di Desa Seddur masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Melalui kreativitas dan inovasi, tape dapat diolah dan dikemas menjadi produk yang lebih menarik serta memiliki nilai jual lebih tinggi.