Berdasarkan laporan yang diterimanya melalui WhatsApp, progres pekerjaan diklaim telah mencapai 100 persen. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan peninjauan ulang untuk memastikan kesesuaian laporan administrasi dengan kondisi fisik pekerjaan, termasuk bangunan perpustakaan dan kantor sekolah.

 

"Alhamdulillah, berdasarkan laporan melalui WhatsApp, progres sudah mencapai 100 persen. Selanjutnya akan dilakukan peninjauan ulang untuk memastikan kesesuaian administrasi dan hasil pekerjaan di lapangan," pungkasnya.

 

Terpisah, Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, saat dikonfirmasi terkait progres pekerjaan yang molor dan kendala keterlambatan, memberikan jawaban singkat.

 

“Tim sudah melakukan monev sekaligus mendampingi fasilitator dari kementerian. Progresnya sudah meningkat, kendala sudah teratasi. Sementara urusan denda merupakan kewenangan Kemendikdasmen,” ujarnya.(*)