MERANGIN, Transatu.id -- Warga Desa Titian Teras sekitaran aliran Batang Masumai Resah dengan adanya aktivitas pertambangan emas Tampa Izin (PETI), jenis Dompeng sungai dan berharap polisi hentikan.
Hal itu disampaikan Warga kepada awak media melalui WhatsApp keluhan ini sudah lama dirasakan Tampa ada penindakan hukum, padahal desa Titian Teras sudah memiliki peraturan desa (perdes) sendiri namun dilawan berapa orang tambang ilegal untuk menghadang.
" Kami sudah resah Dompeng ini tidur siang sudah ada orang yang meninggal berapa hari lalu, Dompeng tetap kerja apa gak ada toleransi lagi keluarga nagis-nagis, bahkan ada warga sakit sekarang mereka tetap bekerja, "ungkap warga Titian Teras berinisial PR.
Bahkan warga menyebutkan kegiatan tambang Ilegal ini sudah berjalan 4 bulan lebih, hukum adat mereka langgar dsn dirusak sekelompok oknum.
"Hukum adat bea dilawannya, apalagi hukum negara, pemerintah desa diserah juga," sebut warga.
Sebelumnya ada juga polres Merangin razia desa Titian Teras dan membakar Dompeng, namun pelaku Dompeng makin beringas mengaktifkan kembali aktivitas tambang ilegal itu.
Reporter Kholil King
Warga Titian Teras Berharap Polisi Hentikan Aktivitas PETI Menganggu Ketertiban Teloransi
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Polda Jambi Ungkap Peredaran Narkotika Skala Besar, Sita 20 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi
Datang Sebagai Saksi Pulang Dijadikan Tersangka Pencemaran Nama Baik, Polsek Kadur Kapan Gelar Perkara?
Diduga Terlibat Beberapa Kasus Besar, Ketua KNPI Riau Desak KPK Periksa PJ Sekdaprov Taufiq OH