Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang terus berubah membutuhkan masyarakat yang memiliki karakter serta kesadaran kebangsaan yang kuat.

 

Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup hanya diketahui, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dengan menghargai perbedaan dan menjaga kerukunan.

 

Sementara itu, Ketua Said Abdullah Institute, Prof. Dr. Safi, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali kesadaran kebangsaan di tengah masyarakat.


Menurutnya, masyarakat perlu terus mendapatkan penguatan pemahaman tentang kebangsaan agar tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitarnya.

 

Ia berharap nilai-nilai kebangsaan dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga semangat persatuan, gotong royong dan toleransi tetap terjaga di tengah keberagaman masyarakat.