Wahyudi menjelaskan, berdasarkan pengamatan selama membantu kegiatan belajar mengajar serta sesi tanya jawab dalam seminar siswa, sebagian besar siswa mengaku menggunakan uang saku untuk membeli jajanan dan mainan. Sementara sebagian lainnya mengaku sudah mulai menabung.

 

Namun, menurut Wahyudi, uang yang ditabung oleh sebagian siswa umumnya berasal dari pemberian orang tua yang memang diperuntukkan untuk ditabung, bukan dari kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku yang mereka terima.

 

Karena itu, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pentingnya membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung setelah memenuhi kebutuhan.

 

Sementara itu, Kepala SDN Pakong 3, Rusnadi, S.Pd.SD., menyambut baik edukasi yang diberikan mahasiswa KKN. Ia menilai materi pengelolaan keuangan relevan bagi siswa karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah memberikan edukasi keuangan kepada siswa-siswi SDN Pakong 3. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak dapat belajar bagaimana mengelola uang sakunya dengan lebih bijak,” kata Rusnadi.