Kondisi itu membuat keberadaan SIHT Gugul menjadi perhatian publik. Pembangunan yang menelan anggaran hingga belasan miliar rupiah dinilai tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat apabila fasilitas tersebut tidak segera difungsikan.
Basri berharap Pemkab Pamekasan segera memberikan penjelasan terbuka mengenai status, penggunaan anggaran, kendala pengoperasian, serta target pemanfaatan SIHT Gugul.
“Ini uang rakyat. Jangan sampai bangunan sudah menghabiskan anggaran besar, tetapi kemudian tidak jelas manfaatnya. Pemerintah harus terbuka dan segera mencari solusi agar fasilitas tersebut benar-benar digunakan,” pungkasnya.
Hingga berita diterbitkan, kami tetap berupaya untuk mendapatkan keterangan dari Dinas Perindsutrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan.(*)

