Boby menegaskan, pelimpahan barang bukti dari kepolisian semestinya menjadi pintu masuk bagi Bea Cukai untuk mengembangkan penyelidikan, bukan justru membuat penanganan perkara terkesan berjalan tanpa kepastian.

 

Ia juga mengingatkan agar penegakan hukum tidak berhenti pada pihak yang diduga menguasai atau mengedarkan rokok ilegal. Menurutnya, aktor di balik produksi, pemodal, hingga pihak yang menyediakan mesin produksi harus ikut ditelusuri apabila ditemukan bukti keterlibatan.

 

"Kami meminta Bea Cukai Madura tidak hanya menjerat tersangka kepemilikan, tetapi juga memproses hukum pemilik mesin produksi, menutup pabrik yang terlibat, serta menyelidiki dugaan keterlibatan oknum tertentu," desaknya.

 

Massa menduga keberadaan rokok SKM dalam jumlah besar tersebut perlu ditelusuri lebih jauh, termasuk kemungkinan adanya fasilitas produksi ilegal yang beroperasi di wilayah Pamekasan. Mereka meminta aparat tidak berhenti pada penindakan di tingkat hilir, tetapi berani membongkar rantai produksi dan jaringan bisnisnya.

 

Dalam aksi tersebut, Boby juga menyerahkan sejumlah produk Tolak Angin dan minuman penambah imun kepada perwakilan Bea Cukai Madura. Pemberian itu menjadi simbol sindiran agar jajaran Bea Cukai tidak 'masuk angin' dalam menjalankan tugas serta tetap memiliki stamina dan ketegasan moral untuk menuntaskan perkara tersebut.