TRANSATU.ID, PAMEKASAN — Upaya menciptakan pasar yang bersih, nyaman, dan bebas bau terus dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan melalui kerja bakti secara rutin.
Kegiatan ini diharapkan mampu menekan penumpukan sampah sekaligus mengubah stigma pasar tradisional yang selama ini identik dengan kesan kumuh, kotor, dan bau.
Kabid Pengelolaan Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, mengatakan kegiatan kerja bakti tersebut telah berjalan hampir delapan bulan. Pelaksanaannya dilakukan secara rutin setiap pekan, bahkan di sejumlah pasar hingga dua sampai tiga kali dalam seminggu.
“Ini bagian dari upaya kami untuk mengubah stigma pasar yang kumuh dan kotor. Kami ingin pedagang nyaman, pengunjung juga nyaman,” katanya kepada transatu, jumat (23/10/2026).
Handiko menjelaskan, persoalan sampah di pasar tidak hanya berasal dari aktivitas perdagangan. Sampah rumah tangga dan sampah dari lingkungan sekitar yang dibuang ke pasar turut menyebabkan volume sampah meningkat.