Sidak Dapur MBG, Wabup Pamekasan Soroti Standar Kebersihan dan Keamanan Pangan
Kamis, 1 Januari 1970 | 07:00 WIB
Foto: Dokumentasi Transtu.id
Pamekasan, Transatu – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai memperketat pengawasan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah sorotan terhadap kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.
Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur milik Yayasan Abdul Mu'thi di Desa Pademawu Timur, Kamis (26/3/2026).
Sidak ini menjadi bagian dari upaya memastikan dapur MBG tidak hanya berorientasi pada jumlah distribusi, tetapi juga memenuhi standar kelayakan produksi makanan yang aman dan higienis.
Dalam peninjauan tersebut, Sukriyanto mengecek sejumlah aspek krusial, mulai dari penyimpanan bahan baku, kebersihan alat masak, hingga sistem sanitasi dan pengelolaan limbah dapur. Ia menegaskan bahwa dapur MBG harus memenuhi standar ketat karena menyangkut kesehatan ribuan penerima manfaat.
“Program ini tidak boleh hanya mengejar kuantitas. Kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat secara langsung,” tegasnya.
Di sisi lain, dapur yang dikelola yayasan tersebut diketahui memproduksi sekitar 3.600 porsi makanan setiap hari untuk warga di Desa Pademawu Timur dan Desa Tanjung. Operasionalnya melibatkan puluhan tenaga kerja lokal, yang sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Namun demikian, pemerintah daerah menilai masih diperlukan peningkatan standar pengelolaan. Pemkab Pamekasan kini mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), serta mengarah pada sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan potensi risiko dalam proses produksi makanan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG yang tengah berjalan.
“Dapur MBG harus menjadi standar baru layanan gizi masyarakat. Tidak cukup layak, tapi juga harus teruji dan tersertifikasi,” tambahnya.
Penguatan pengawasan ini diharapkan menjadi titik evaluasi menyeluruh, agar program MBG di Pamekasan tidak hanya berjalan masif, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat.
Kunjungi PP Darul Alham Kangean, Cawabup KH. Imam Hasyim Disambut Hangat Oleh Pengasuh Pesantren
189 Panwaslu Kelurahan Desa Resmi Dilantik, Bawaslu Pamekasan : Tetap Jaga Netralitas, Integritas dan Profesionalitas
Rilis Kominfo Tak Berikan Sumber Jelas, Wabup Merangin Astaghfirullah