“Satu korban meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Smart Pamekasan,” ungkapnya.

Dua kejadian tragis ini menjadi perhatian publik karena terjadi dalam waktu berdekatan, menandakan meningkatnya eskalasi kekerasan di wilayah Pamekasan.

Aktivis Lembaga Pemuda Penggerak Perubahan (LP3), Riyan Effendi, menilai maraknya aksi brutal dalam waktu singkat harus menjadi peringatan serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

“Belum sepekan, dua nyawa melayang dengan cara keji di Pamekasan. Ini bukan hanya soal kriminal, tapi soal keamanan publik yang perlu segera ditangani secara sistematis,” tegas Riyan Effendi, Minggu (9/11/2025).

Ia juga mendesak kepolisian agar tidak hanya fokus pada pengungkapan pelaku, tetapi juga melakukan patroli preventif dan pembinaan sosial di kalangan pemuda, mengingat beberapa kasus kekerasan dipicu oleh konflik kecil yang berujung fatal.

“Kami berharap Kapolres Pamekasan turun langsung mengawal kasus ini. Masyarakat butuh rasa aman, bukan hanya janji penyelidikan, kami dukung langkah kepolisian dalam meningkatkan keamanan” tambahnya.

Sementara pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus pembunuhan di depan masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan.

Informasi resmi terkait identitas korban dan pelaku masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.