Rohim menilai, jaringan Es Mild dikelola layaknya industri legal memiliki sistem penjualan, jalur distribusi, bahkan kemasan profesional. “Padahal semua ilegal. Kalau Bea Cukai dan Satgas tidak berani menyentuh pemiliknya, publik wajar menilai ini bentuk pembiaran,” ujarnya.

Kemarahan masyarakat kian meluas. Aksi demonstrasi sempat terjadi di depan Kantor Bea Cukai Madura, menuntut transparansi dalam penegakan hukum. Para aktivis mendesak agar Satgas tidak berhenti di level pengecer, tetapi menelusuri rantai bisnis yang mengalir hingga ke pengusaha besar.

“Kalau hanya pedagang kecil yang ditangkap sementara ketua paguyuban pengusaha rokok tetap bebas, itu jelas melukai rasa keadilan,” kata Rohim.

Ia juga mendesak Kanwil Bea Cukai Jawa Timur dan Satgas Nasional turun langsung menelusuri dugaan kebocoran pita cukai. “Harus diselidiki dari mana pita resmi itu bisa bocor ke pihak swasta. Ini bukan sekadar pelanggaran, tapi indikasi kejahatan terorganisir,” tegasnya.

Kini, publik menunggu langkah nyata dari Satgas. Apakah operasi di Madura hanya sebatas pencitraan, atau benar-benar akan menembus tembok kekuasaan yang selama ini melindungi industri gelap di balik nama besar DRT The Big Family.