“Total sementara kisaran 300jtaan dari sekitar 5 orang yang kini berhasil diminta keterangan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, persoalan pembayaran tersebut tidak seluruhnya baru terjadi. Bahkan, terdapat pihak yang disebut telah menunggu pembayaran lebih dari satu tahun. 

 

“Bahkan ada yang lebih 1 tahun belum dibayar, kan kasihan pemilik tembakaunya,” ujarnya.

 

Sementara itu, salah seorang bandol bernama Nayatun mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kesepakatan dengan pihak gudang terkait pembayaran tembakau. Menurutnya, pembayaran semula dijanjikan setelah proses sortir selesai.

 

“Akadnya setelah sortir mau langsung dibayar, setelah itu dijanjikan dua hari setelah sortir, terus dijanjikan sampai sekarang,” ujar Nayatun.