Total hadiah Rp18 juta tentu menjadi daya tarik. Namun, besarnya hadiah bukan ukuran keberhasilan sebuah penghargaan jurnalistik.
Ukuran sesungguhnya terletak pada kualitas penyelenggaraan, integritas dewan juri, objektivitas penilaian, serta kepercayaan peserta terhadap hasil kompetisi.
Apalagi, kegiatan ini membawa nama Pemerintah Kabupaten Kerinci. Karena itu, Kominfo harus memastikan bahwa Kerinci Journalism Award tidak menjadi kegiatan seremonial yang hanya ramai pada saat pendaftaran dan pengumuman pemenang.
Jangan sampai pemerintah mengajak insan pers menjunjung profesionalisme, tetapi penyelenggara sendiri tidak memberikan penjelasan memadai mengenai standar profesionalisme dalam proses penjurian.
Kini, tantangannya berada di tangan Kominfo Kabupaten Kerinci. Buka identitas dewan juri, jelaskan kompetensinya, umumkan indikator penilaian, dan pastikan seluruh proses berlangsung secara independen.