Jika penghargaan ini ingin dihormati insan pers, jangan sampai penentuan pemenang justru dilakukan tanpa standar penilaian yang jelas dan terukur.

 

Ada beberapa hal yang patut dijelaskan secara terbuka oleh Kominfo Kabupaten Kerinci.

Pertama, siapa nama-nama dewan juri yang ditunjuk?

Kedua, bagaimana rekam jejak dan pengalaman profesional mereka di bidang jurnalistik, fotografi, dan videografi?

Ketiga, apa indikator penilaian yang digunakan untuk menentukan karya terbaik?

Keempat, bagaimana penyelenggara menjamin independensi juri dan menghindari konflik kepentingan?

Pertanyaan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap kegiatan pemerintah daerah. Sebaliknya, ini merupakan bagian dari kontrol publik agar sebuah penghargaan memiliki legitimasi dan kepercayaan dari kalangan pers.

Kominfo harus memahami bahwa wartawan bukan sekadar peserta lomba yang datang mengirimkan karya, kemudian menerima keputusan tanpa mengetahui bagaimana proses penilaian berlangsung.