“Saya sempat tanya kepada perawat yang jaga malam waktu itu sumber baunya. Katanya itu dari dapur MBG sebelah,” katanya.
Solihin menduga kondisi tersebut berkaitan dengan pengelolaan limbah dari dapur MBG yang belum dilakukan secara baik. Ia khawatir limbah yang tidak dikelola sebagaimana mestinya itu menjadi penyebab utama munculnya aroma bau yang berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.
“Menurut saya, bisa jadi bau itu berasal dari limbah dapur MBG yang pengelolaannya kurang baik. Kalau limbah dibiarkan atau dibuang sembarangan, tentu bisa menimbulkan bau dan mencemari lingkungan,” ungkapnya.
Solihin menilai dugaan tersebut perlu segera diperiksa oleh pihak terkait. Terlebih, dapur MBG berada tepat di sebelah puskesmas yang setiap hari menjadi tempat pelayanan dan perawatan masyarakat.
“Ini sangat mengganggu. Apalagi lokasinya di sebelah puskesmas, tempat orang sakit dan butuh kenyamanan untuk beristirahat,” tegasnya.