Poto Ilustrasi 

Transatu.id, MERANGIN - Masyarakat Rantau Ngarau Kecamatan Tabir Ulu Kabupeten Merangin dengan sikap dan perlakuan keluarga Anggota DPRD Provinsi Jambi itu.

Sikap itu membuat masyarakat Rantau Ngarau banyak kecewa mulai dari anak mereka tidak dapat wisuda, jual rumah dan jual harta benda seperti motor.

Kekecewaan itu disebat dari keluarga Anggota Dewan Provinsi itu, saat meminta perdamaian kejadian berapa bulan lalu, uang 120 juta lebih. Hingga minta satu ekor kerbau.

Seperti diungkap Tokoh Masyarakat Rantau Ngarau saat dikonfirmasi awak media, mengatakan sebagai masyarakat rantau Ngarau saat kecewa dengan sikap keluarga anggota Dewan Provinsi Jambi.

"Kita ada jual rumah, jual motor dan sampai ada anak panakan kita tidak bisa wisuda di Jambi, "ungkap Tomas Rantau Ngarau.

Malah Tomas itu mengatakan dalam pantunnya, sudah jatuh tertimpa tangga, malah lebih menyakitkan.

"Kami masyarakat memang sudah tertimpa musibah besar, di besarkan lagi, "ujarnya.

Sebelumnya, kita juga telah melakukan pertemuan dengan tokoh ulama dan mantan bupati nalim,p pihak keluarga anggota Dewan Provinsi Jambi itu.

Namunya sayang tidak ada jalan temu alias buntu,  hingga warga kita masyarakat Ngarau pergi menjauh dari kampung halaman untuk menyalamatkan diri.

kejadian awal tersebut, korban SA (20 tahun) anak dari anggota DPRD Provinsi Jambi tersebut langsung melaporkan ke Polres Merangin.