Ia mencontohkan Abdul Hamid Bagir sebagai figur yang dikenal menjaga keamanan dan kelestarian bangsa. Estafet perjuangan kemudian dilanjutkan R.K. Syamsul Arifin yang dikenal mengedepankan pelayanan.

 

“Dari dua contoh figur kepemimpinan ini, kita dapat mengambil ibrah dan keteladanan,” ungkapnya.

 

Pesan tentang kepemimpinan juga disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D. Ia mengapresiasi hubungan yang terjalin antara dirinya dengan keluarga besar Banyuanyar.

 

“Meskipun durasi kebersamaan kami dengan Banyuanyar tidak begitu panjang, hubungan tersebut tidak pernah putus,” katanya.

 

Emil menilai kepemimpinan progresif tidak cukup hanya dengan perubahan, tetapi harus berjalan beriringan dengan karakter yang kuat.