‘’Saya paham betul dengan Pak Nalim. Beliau kalau mau mengambil kebijakan selalu bertanya ke banyak orang. Kalau ini bagaimana, kalau itu bagaimana. Pak Nalim tidak mengambil keputusan sendiri,’’ jelas Lilik Gunawan.

Nilwan terang Lilik, orangnya sangat cekatan, begitu ada warga di Tabir yang mengeluh jalannya rusak, tidak pakai menunggu nanti dianggarkan atau nanti disurvei dulu, tapi langsung mendatangtkan alat beratnya mengerjakan jalan tersebut satu bulan menjadi lancar dilalui warga.

‘’Kalau Pak Nalim dan Pak Nilwan sudah berpasangan, satu orang mengambil kebijakan yang mau bertanya, mau menampung aspirasi, kemudian berpasangan dengan eksekutor. Apalagi yang kurang, ya Allah Merangin akan lebih baik ke depannya,’’ terang Pria yang ke Mekah pernah menggunakan sepeda motor tersebut.

Politisi lainnya Handayani. Mantan DPRI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Merangin itu meskipun partainya mengusung Syukur-Khafied (SUKA) tapi dia pilih mendukung Nalim-Nilwan.

Bahkan Handayani juga mengajak Agus Manto, calon wakilnya pada rencana pencalonan bupati Merangin di Pilkada Serentak 2024 di Merangin, untuk bersama-sama memenangkan Nalim-Nilwan.

‘’Saya dukung Pak Nalim-Nilwan karena visi misi mereka sama dengan visi misi kami. Baik Pak Nalim maupun Pak Nilwan telah terbukti berbuat untuk Kabupaten Merangin,’’ terang Handayani.

Hal yang sama juga dilakukan Sutarko, politisi PDIP yang partainya mengusung pasangan calon bupati Syukur-Khafied (SUKA). Sutarko menyebut dirinya dan kawan-kawan di PDIP yang ‘menyeberang’ ke Menawan sebagai Banteng Liar.

‘’Pak Nalim dan Pak Nilwan itu yang pas memimpin Merangin. Kami di Pamenang jaman Pak Nalim jadi bupati seperti ‘di anak emaskan’. Begitu juga dengan Pak Nilwan yang dulu teman saya sama-sama jadi anggota DPRD Merangin,’’ jelas Sutarko.

Tidak hanya itu, politisi lainnya yang partainya mengusung SUKA, tapi dirinya pilih Menangkan Nalim-Nilwan adalah Badri Husin. Politisi PKS itu, malah menjadi Direktur Media Center Nalim-Nilwan (Menawan).

Begitu juga dengan Sujarmin yang pada Pilkada sebelumnya berpasangan dengan Fauzi Anshori, sekarang pilih Menangkan Nalim-Nilwan (Menawan). ‘’Nalim-Nilwan itu pemimpin yang tidak minta dilayani tapi melayani,’’ terangnya. (Mmc)