Tak hanya sektor usaha kreatif dan olahan pangan, sektor lingkungan hidup turut menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. 

Kepala Dinas LH Merangin, Syafrani, mengusulkan adanya intervensi pembiayaan dan pembinaan bagi pengelola bank sampah di tingkat kecamatan. Langkah ini bertujuan agar pengelolaan sampah dapat terintegrasi dengan ekonomi sirkular.

 

"Di tingkat kecamatan kita ada bank-bank sampah. Sumber bahan bakunya dari pemulung, sehingga pemulung dapat penghasilan, yang di kecamatan juga dapat penghasilan. Kami berharap ada intervensi pembiayaan maupun peralatan agar sampah yang diolah mempunyai nilai ekonomi tinggi," jelas Syafrani.

 

Pihak PNM pun merespons positif usulan tersebut. Mereka menyatakan kesiapannya untuk mereplikasi program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang telah sukses dijalankan di wilayah lain, di mana pengumpulan sampah rumah tangga oleh masyarakat/nasabah dapat dikonversi menjadi tabungan atau angsuran pembiayaan. 

 

Sementara itu, Kepala DKUKMPP Andrie Fransusman menuturkan berharap pertemuan tersebut dapat membangkitkan geliat ekonomi masyarakat.

"Ada banyak program yang sangat berpihak kepada UMKM, semoga dari pertemuan ini, UMKM di Merangin dapat tumbuh dan berkembang lebih baik," singkatnya.