Menjawab temuan BPK, Gubernur Al Haris menegaskan rekomendasi merupakan instrumen pembinaan. "Inspektorat terus melakukan monitoring dan evaluasi agar tindak lanjut selesai sesuai waktu. Penguatan SPIP dan manajemen risiko terus kami lakukan," katanya.

 

Gubernur Al Haris juga menjelawkan, Penanganan Kemarau dan Sektor Lainnya

Untuk antisipasi El Nino, Pemprov membentuk 81 Pos Terpadu Karhutla, 11 diantaranya dibiayai APBD Provinsi dan 70 dari perusahaan, serta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca bersama PT WKS."

 

Di bidang kesehatan, penanganan stunting, peningkatan sarana RSUD, dan pemenuhan SDM melalui program Nusantara Sehat terus dijalankan. Di bidang pertanian, produksi padi 2025 naik 30,88% menjadi 367,79 ribu ton GKG didorong program cetak sawah dan brigade pangan," jelasnya lagi.

 

Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh Fraksi DPRD atas masukan konstruktif. "Kami sepakat pembangunan diukur dari hasil yang dirasakan masyarakat: jalan yang mantap, irigasi berfungsi, dan kesejahteraan yang meningkat," pungkasnya.