" Dampak program PRO JAMBI dinilai nyata terhadap penurunan kemiskinan. Pada September 2025 angka kemiskinan Jambi berada di 6,89%, terendah sepanjang sejarah dan di bawah angka nasional. Rasio gini juga turun ke 0,291. Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,93% dan TPT Februari 2026 turun menjadi 3,99%," jelas Gubernur Al Haris.
"Program Bantuan Keuangan ke Kecamatan, Kelurahan dan Desa, PRO JAMBI Sehat, Cerdas, Responsif, Tangguh, dan Agamis menjadi instrumen utama yang menyasar masyarakat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Infrastruktur, Irigasi dan Migas. Terkait penurunan belanja modal dari Rp993 miliar pada 2024 menjadi Rp466 miliar pada 2025," lanjut Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris juga memaparkan, adanya efisiensi APBN/APBD sesuai Inpres 1/2025 yang berdampak pada berkurangnya DAK Fisik Rp42,5 miliar dan DAU Infrastruktur Rp52,2 miliar. Untuk 2026, Pemprov menganggarkan penanganan irigasi di beberapa lokasi seperti Irigasi Suban Rp150 juta, Batang Uleh Rp400 juta, Limun Singkut Rp500 juta, serta pengusulan melalui INPRES dengan total lebih dari Rp94 miliar," paparnya.
Lebih lanjut Gubernur Al Haris menjelaskan,
Perkembangan PI Wilayah Kerja Jabung juga disampaikan. Proses negosiasi ke-5 antara PT JII Perseroda dan PT PetroChina sedang berjalan dengan 12 poin substansi. "Kami optimis target dapat dicapai dengan tetap mempertahankan keekonomian daerah," tegasnya.
“Untuk WK Lemang, PT Jadestone Energy berkomitmen memberikan 10% tanpa signature bonus. BUMD dan Tindak Lanjut BPK, selain itu PT Jambi Indoguna Internasional sudah berbalik untung pada 2025 setelah sebelumnya rugi di 2024. Penyertaan modal Pemprov ke Bank Jambi sebesar Rp256,59 miliar telah memberikan deviden Rp41,69 miliar ke PAD 2025,” sambungnya.