BANGKO — Bupati Merangin, M. Syukur, meradang saat memimpin rapat pembahasan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Ruang Rapat Kolonel H. M. Syukur, Kantor Bupati Merangin, Kamis (04/06). 

 

Orang nomor satu di Kabupaten Merangin ini berang lantaran mayoritas pimpinan perusahaan kelapa sawit yang diundang kompak mangkir dan hanya mengirimkan perwakilan yang dianggap tidak bisa mengambil keputusan.

 

Kekesalan Bupati memuncak saat melakukan absensi satu per satu terhadap perusahaan yang hadir, mulai dari PT Sari Aditya Loka, PT KDA, PT Agrindo Indah Persada, PT Sumber Guna Nabati, PT Agrowijaya Lestari Industri, PT KMB hingga PT Kurnia Palma Agung Lestari, Bupati M. Syukur hanya mendapati perwakilan dari perusahaan, bukan top manajer.

 

"Ini yang mewakili, manajer-manajernya ke mana ya? Kita ini kan antara pemerintah dengan perusahaan harus membangun kemitraan yang baik. Jadi kalau perusahaan tidak mengindahkan undangan pemerintah, saya pikir ini preseden buruk untuk kita ke depan," ujar M. Syukur dengan nada kecewa sebelum membuka rapat.

 

Bupati menegaskan, kehadiran top manager sangat krusial dalam rapat ini karena agenda yang dibahas menyangkut masalah harga TBS di tingkat bawah yang sangat sensitif bagi masyarakat. Ia khawatir, perwakilan yang diutus tidak akan mampu memberikan jawaban atau keputusan yang konkret.