BANGKO – Suasana haru menyelimuti acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist (MTQH) ke-52 tingkat Kabupaten Merangin, Sabtu (18/7).
Di atas podium, Bupati Merangin, M. Syukur, tiba-tiba terdiam.
Kalimatnya menggantung di udara. Dadanya naik turun, menahan sebak yang datang begitu mendadak hingga napasnya sempat tertahan. Linangan air mata mulai menggenang, siap jatuh.
Ribuan massa yang memadati arena seketika hening. Sang Bupati mengabaikan rasa haru. Ia mencoba tetap tegar di depan rakyatnya.
Ternyata, lokasi MTQH, tempat mereka berdiri malam itu, arena megah yang dipenuhi cahaya dan lantunan ayat suci adalah tanah yang menyimpan luka dan pelipur lara masa kecilnya.
"Lokasi MTQH ini adalah kebun durian," ucap M. Syukur, suaranya parau, menyapu kesunyian.
