Fajar menegaskan bahwa BEM ITP2I siap mengambil peran sebagai bagian dari kontrol sosial mahasiswa.

 

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya bersuara setelah bencana terjadi. Kami ingin mahasiswa ikut mengawal pencegahan, mengedukasi masyarakat, dan mengawasi kebijakan lingkungan.”

 

Menurutnya, pembangunan ekonomi dan perkebunan tetap penting bagi Riau, namun tidak boleh mengorbankan lingkungan dan keselamatan masyarakat, kerena sering kali setelah karhutla terjadi banyak bibit bibit sawit bermunculan di tengah debu dan sisa sisa arang usai karhutla.

 

“Kami mendukung kemajuan perkebunan dan pembangunan daerah. Tetapi pembangunan yang baik bukan hanya soal berapa besar ekonomi tumbuh. Pembangunan juga harus menjawab apakah masyarakat hidup dengan aman, sehat, dan lingkungan tetap terjaga.”

 

Di akhir pernyataannya, Fajar kembali mempertanyakan tanggung jawab atas karhutla yang terjadi.